Holocaust, juga dikenal sebagai Shoah, adalah genosida yang terjadi selama Perang Dunia II, di mana Nazi Jerman, dipimpin oleh Adolf Hitler dan kolaboratornya, secara sistematis membunuh enam juta orang Yahudi. Periode sejarah ini dianggap sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan dan tragis di abad ke-20, dan dampaknya masih terasa hingga saat ini.
Holocaust dimulai pada tahun 1933 ketika Nazi berkuasa di Jerman. Mereka segera mulai menerapkan serangkaian kebijakan anti-Semit yang bertujuan untuk mengisolasi dan mendiskriminasi orang Yahudi. Orang Yahudi dilucuti hak, properti, dan kewarganegaraan mereka, dan dipaksa untuk memakai tanda pengenal seperti Bintang Daud. Mereka juga menjadi sasaran kerja paksa, kamp konsentrasi, dan ghetto.
Saat perang berlangsung, rezim Nazi memperluas jangkauannya, dan genosida meningkat. Selain Yahudi, kelompok lain yang dianggap "tidak diinginkan" oleh Nazi, seperti Roma, penyandang disabilitas, homoseksual, dan pembangkang politik, juga menjadi sasaran pemusnahan. Nazi juga menerapkan kebijakan "eutanasia" terhadap penyandang disabilitas, yang mengakibatkan terbunuhnya puluhan ribu orang tak bersalah.
Holocaust mencapai puncaknya antara tahun 1941 dan 1945 ketika Nazi menerapkan "Solusi Akhir" mereka, yaitu rencana untuk memusnahkan semua orang Yahudi di Eropa. Rencana ini melibatkan pengangkutan orang Yahudi ke kamp konsentrasi dan membunuh mereka di kamar gas. Kamp yang paling terkenal adalah Auschwitz, Treblinka, dan Sobibor, di mana diperkirakan antara 1,1 juta hingga 3 juta orang dibunuh.
Holocaust berakhir pada tahun 1945 ketika pasukan Sekutu mengalahkan Nazi Jerman. Namun, trauma dan kehancuran akibat genosida ini terus dirasakan hingga saat ini. Banyak orang yang selamat dari Holocaust ditinggalkan dengan luka fisik dan emosional seumur hidup, dan banyak keluarga yang tercabik-cabik oleh tragedi itu. Holocaust juga berdampak besar pada komunitas Yahudi di seluruh dunia, dan masih dianggap sebagai salah satu babak tergelap dalam sejarah Yahudi.
Saat ini, ingatan tentang Holocaust tetap hidup melalui pendidikan, tugu peringatan, dan museum. Ini berfungsi sebagai pengingat yang gamblang akan bahaya kebencian, prasangka, dan diskriminasi, dan berfungsi sebagai ajakan bertindak untuk memastikan bahwa kekejaman seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi.